Senin, 03 November 2014

Hari Aksara Internasional ke 49 Tahun 2014 Tingkat Provinsi Jawa Barat

‘Aksara Membangun Keadaban dan Keunggulan Berkelanjutan’
Peringatan Hari Aksara Internasional ke 49 Tingkat Jawa Barat yang dibuka Bupati Bandung, H. Dadang M. Naser, Sabtu (1/11) berlangsung sangat semarak. Pembukaan dimulai dengan defile masing-masing kabupaten yang menampilkan berbagai "kamonesan" sesuai ciri masing-masing daerah.
Bupati Kabupaten Bandung, Dadang M Naser menegaskan, Pemkab Bandung terus konsisten untuk menurunkan buta aksara yang hingga saat ini masih disandang oleh sejumlah warga.
Dalam sambutan penutupan Peringatan Hari Aksara Internasional ke 49 Tingkat Jawa Barat "Tahun 2010, penyandang buta aksara di Kab. Bandung tercatat 35.443 orang, namun hingga tahun 2014, jumlah tersebut mulai berkurang menjadi 7.623 orang," kata Bupati dihadapan Wagub Jabar, Deddy Mizwar saat menutup Peringatan Hari Aksara Internasional ke 49 Tingkat Jawa Barat di lapangan.Upakarti, Soreang, Kab. Bandung, Minggu (2/11/2014).
Pendidikan keaksaraan di Kabupaten Bandung menurut Dadang Naser diorientasikan kepada upaya menciptakan kemandirian dan kewirausahaan. "Karena itu, program keaksaraan usaha mandiri sebagai kelanjutan dari program keaksaraan dasar harus ditingkatkan," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut kepala pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal Regional I Bandung (Ir Djajeng Baskoro. M.Pd) dalam hal ini mewakili kementrian pendidikan dan kebudayaan mengucapkan terimakasih kepada gubenur jawa barat dan seluruh masyarakat jawa barat atas terselenggaranya Hari Aksara Internasional tingkat pprovinsi Jawa Barat yang dipusatkan di kabupaten bandung ini, selanjutnya saya mengucapkan selamat atau penghargaan kepada seluruh bupati dan walikota se jawa barat yang sudah konsisten dalam pemberantasan buta aksara di daerahnya"
Lebih lanjut Kapus mengatakan bahwa Indonesia merupakan tiga negara dari sembilan negara berpenduduk besar (E-9 countries) yang capaian tingkat keaksaraannya serta capaian tujuan pendidikan untuk semua (PUS/EFA) dinilai sangat pesat. pada bulan September 2014 dengan berbagai upaya Indonesia telah berhasil menurunkan angka niraksara orang dewasa hingga tersisa 3,68 persen atau sekitar 6,17 juta orang.
Selain itu, disparitas antarprovinsi kian membaik, terdapat dua provinsi dengan persentase di atas 10 persen, dan tujuh provinsi dengan jumlah niraksara di atas 200.000 orang dengan terus mengurangi disparitas gender melalui berbagai program berpihak perempuan marginal karena kebanyakan penduduk niraksara adalah perempuan (4,1 juta jiwa).
Capaian ini merupakan prestasi tersendiri bagi Indonesia karena Indonesia berhasil melampaui target PUS, yaitu dengan memangkas setengah jumlah penduduk niraksara pada tahun 2015 dan mengurangi disparitas gender. pungkasnya..
Dalam Kesempatan itu pula Wagub Dedy Mizwar dalam pidato penutupan Penyelenggaraan Hari Aksara Internasional tingkat Jawa Barat mengatakan "semoga melalui kegiatan ini kita semangkin sadar akan pentinya pentingnya aksara dalam membangun keadaban dan keunggulan berkelanjutan sesuai dengan tema yang diangkat dalam Hari Aksara Internasional ke 49 ini"
"Dalam rangka mewujudkan jawa barat maju dan sejahtera untuk semua, pembangunan dibidang pendidikan senantiasa menjadi focus konsen proinsi jawa barat dan salahsatu dianataranya adalah kebijakan pembinaan serta pengembangan pendidikan nonformal dan informal dengan sasaran utamanya yaitu meningkatkan angka melek huruf yang merupakan variable indek pendidikan disamping rata-rata lama sekolah dan angka partisipasi sekolah"
"Peningkatan angka melek huruf melaui program pemberantasan buta aksara sangat penting karena pada umumnya masyarakat buta aksara hidup dalam kemiskinanan, kebodohan, keterbelakangan dan ketidakbedayaan, sehingga memiliki banyak keterbatasan baik pengetahuan, maupun kases sumber kemajuan program pembangunan hal tersebut berdampak terhadap terhambatnya indek pembangunan manusia bukan saja dibidang pendidikan tetapi juga bidang kesehatan dan ekonomi atau daya beli" tambahnya
(pele_jgr)

Selasa, 21 Oktober 2014

Tempat Wisata di Lembang Bandung

Sejumlah tempat wisata Lembang memiliki pesona alam yang mengagumkan. Ditunjang dengan hawa udara yang sejuk dan cenderung dingin tatkala malam, berbagai kegiatan wisata di Lembang menarik minat para penikmat perjalanan. Jika Anda telah berada di kawasan wisata Lembang Bandung, kunjungilah sejumlah tempat wisata di Lembang berikut ini:

1. Gunung Tangkuban Perahu Lembang

Gunung Tangkuban Perahu adalah sebuah tempat wisata yang terkenal di Lembang Bandung. Inilah objek wisata Lembang yang menjadi landmark paling menarik dalam potret wisata Lembang.
Dengan jarak tempuh sekitar 30 Km dari kota Bandung, Anda dapat mengunjungi Tangkuban Perahu Lembangyang dibuka untuk umum dari pukul 7 pagi hingga 5 sore.
Ada beberapa  area menarik di seputaran Gunung Tangkuban Perahu ini yang dapat Anda kunjungi, yaitu Kawah Upas, Kawah Ratu, Kawah Domas, dan Kawah Jurig. Anda dapat berfoto bersama teman dan keluarga dengan latar belakang kawah yang menajubkan.
Panorama alam di Gunung Tangkuban Perahu sungguh indah dan mengundang decak kagum. Saat mengunjungi tempat wisata ini, jangan lupa membawa jaket atau sweater. Hawa udara bisa menjadi dingin di sana.
Jika Anda ingin menginap di seputaran wisataTangkuban Perahu, terdapat sejumlah hotel dan penginapan. Juga, ada banyak penjual yang menawarkan aneka cinderamata dan buah tangan.
2. Observatorium Bosscha Lembang
Jika Anda tiba di sini, maka Anda telah mengunjungi observatorium tertua di Indonesia (didirikan tahun 1923). Di observatorium terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara ini, Anda dapat mengamati objek-objek di luar angkasa.


Terdapat teleskop besar untuk mengamati berbagai planet yang ada di dalam Galaksi Bima Sakti. Perlu diketahui, Bumi adalah salah satu planet dalam galaksi ini. Anda dapat mengunjungi tempat wisata Lembang yang satu ini mulai dari pukul 9 pagi hingga 1 siang atau dari pukul 5 sore hingga 8 malam.

3Situ Lembang
Ini adalah sebuah tempat wisata Lembang yang menawarkan tempat memancing bagi Anda yang punya hobi memancing.
Ya, Anda dapat memancing di Situ Lembang, jumlah ikannya juga banyak. Selain itu, Anda dapat berkemah atau camping di area Situ Lembang ini. Hanya saja, untuk dapat sampai di Situ Lembang Anda harus menggunakan mobil atau motor yang tangguh terhadap medan jalanan bebatuan kasar.
Di tempat ini, Anda dapat menjumpai sebuah panorama indah yang dimiliki Lembang Bandung.
4. Taman Hutan Jaya Giri Lembang
Tempat wisata Lembang yang satu ini adalah tempat yang cocok bagi para penikmat wisata alam. Di sini, Anda dapat menghilangkan kepenatan dan membuat badan terasa lebih fresh kembali. Hutan yang memiliki hawa sejuk ini memiliki luar area sekitar 7 hektar.
Hutan ini sungguh terawat, dengan demikian Anda akan mendapati pemandangan yang asri dan menyegarkan.
Pada umumnya, hutan Jaya Giri ini digunakan oleh para pengunjung untuk mendaki gunung ataupun aktivitas tracking hutan.
Lokasi hutan ini dekat sekali dengan Gunung Tangkuban Perahu, sebuah tempat wisata di Lembang paling terkenal.
5. Air Terjun Maribaya Lembang
Wisata Maribaya terkenal akan taman hutan alam, oleh sebab itu daerah ini merupakan kawasan hutan di Bandung yang memberikan pemandangan pepohonan menjulang tinggi serta terdapat air terjun dan pemandian air panas.
Menjelajahi kawasan Maribaya akan menyenangkan, sebab ini adalah wisata alam di Lembang yang akan membuat Anda fresh. Tetapi, kondisi alam yang dingin mungkin dapat disiasati dengan menggunakan jaket.
Anda dapat singgah ke warung-warung yang ada di kawasan ini untuk mencicipi aneka minuman penghangat badan, seperti Bandrek atau Bajigur.

6. De’Ranch Lembang

Tempat wisata De’Ranch Lembang menyuguhkan Anda sebuah nuansa baru dalam wisata alam dengan menampilkan peternakan di mana kuda masih merupakan hewan pekerja yang utama sebagaimana yang ada di zaman cowboy.
De’Ranch Lembang adalah sebuah tempat wisata cowboy Lembang yang lengkap. Anda dapat menikmati suasana peternakan sambil menunggang kuda dengan kostum khas cowboy, mengelilingi lahan hijau, serta beragam kegiatan edukatif dan menyehatkan.

Rabu, 05 Maret 2014

PROSES PRODUKSI UNTUK SIARAN TELEVISI




Dalam Proses pembuatan sebuah film atau siaran acara televisi, terdapat beberapa tahapan yang harus diperhatikan, yang mana tahapan-tahapan ini sangat penting dan berpengaruh terhadap hasil sebuah siaran yang akan ditayangkan. Adapun tahapan-tahapan tersebut di antara lain :

A.    Pre Production Planning

Praproduksi adalah salah satu tahap dalam proses pembuatan film. Pada tahap ini dilakukan sejumlah persiapan pembuatan film, diantaranya meliputi perencanaan,  menentukan ide, menentukan jadwal pengambilan gambar, mencari lokasi, menyusun anggaran biaya, mencari/mengaudisi calon pemeran, mengurus perizinan, menentukan staf dan kru produksi, mengurus penyewaan peralatan produksi film, dan juga persiapan produksi, pasca-produksi serta persiapan-persiapan lainnya.

1.      IDE
Ide sebuah cerita yang akan dibuat menjadi program video dan televisi dapat diambil dari cerita yang sesungguhnya (true story) atau non fiksi dan rekaan atau fiksi. Banyak sekali sumber ide yang dapat dijadikan inspirasi untuk menulis sebuah script video dan televisi. Misalnya, novel, cerita nyata, dan lain-lain.
Di samping itu Riset sangat diperlukan setelah Anda telah menemukan sebuah ide yang akan dibuat menjadi sebuah program. Riset dalam konteks ini adalah suatu upaya mempelajari dan mengumpulkan informasi yang terkait dengan naskah yang akan  ditulis. Sumber informasi dapat berupa buku, koran atau bahan publikasi lain dan orang atau narasumber yang dapat memberi informasi yang akurat tentang isi atau substansi yang akan ditulis.

Setelah memahami hasil riset atau informasi yang terkumpul, anda dapat membuat kerangka atau outline dari informasi yang akan Anda tuangkan menjadi sebuah script. Outline pada umumnya berisi garis besar informasi yang akan Anda akan tulis menjadi sebuah script.

Langkah selanjutnya adalah membuat sinopsis atau deskripsi singkat mengenai program yang akan Anda tulis. Sinopsis dan outline akan membantu  memfokuskan perhatian Anda pada pengembangan ide yang telah Anda pilih sebelumnya. Penulisan sinopsis harus jelas sehingga dapat memberi gambaran tentang isi program video atau televis yang akan kita buat.

Menulis naskah harus didasarkan pada rencana yang telah dibuat yang meliputi outline, synopsis dan treatment. Seorang penulis harus memiliki kreatifitas dalam mengembangkan treatment menjadi sebuah naskah. Treatment yang ditulis dengan baik merupakan fondasi yang kokoh yang diperlukan untuk menulis sebuah naskah. Sebuah treatment harus berisi deskripsi yang jelas tentang lokasi,waktu, pemain, adegan dan property yang akan direkam ke dalam program video. Treatment juga menggambarkan tentang sistematika atau sequence program video atau televisi yang akan diproduksi.
Penulisan sebuah naskah harus didasarkan pada treatment yang dibuat. Walaupun dalam menulis naskah penulis dapat melakukan perubahan, tapi sebaiknya perubahan yang dilakukan tidak merupakan perubahan yang bersifat substantif. Perubahan sebaiknya bersifat kreatif dan tidak mengubah substansi program. Oleh karena itu treatment harus kokoh dan jelas. Dalam menulis Penulis harus memperhatikan kaidah-kaidah penulisan naskah yang benar.

Draf naskah yang telah selesai ditulis perlu ditelaah untuk melihat kebenaran substansinya dan juga cara penyampaian pesannya. Draf naskah harus ditelaah oleh orang yang mengerti substansi isi program (content expert) dan ahli media (media specialist).

Finalisasi naskah merupakan langkah akhir sebelum naskah diserahkan kepada produser dan sutradara untuk diproduksi. Naskah final merupakan hasil revisi terhadap masukan-masukan yang diberikan oleh content expert dan ahli media.

2.   PERENCANAAN

Dalam proses produksi sebuah siaran televisi,unsur perencanaan harus ada, agar langkah-langkah yang akan dilakukan akan menjadi mudah dan terarah.karena sudah adanya perencanaan . Adapun hal-hal yang ada dalam sebuah perencanaan antara lain :
a.    Stafing/ Crew
Pembentukan sebuah staf atau crew  yang benar-benar berkopeten dengan bidang dan kemampuannya.dalam hal ini seorang produser program hendaknya benar-benar memperhatikan dalam penentuan crew yang benar-benar layak untuk dipilih,hal ini bertujuan untuk menciptakan sebuah team yang soulit.


b.    Bageting/Biaya
Bageting atau biaya juga harus benar-benar sudah diperhitungkan dalam sebuah perencanaan,hal ini bertujuan untuk menentukan besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk memproduksi Program siaran tersebut.

c.    Menentukan Waktu
Menentukan waktu atau menyusun scedul produksi,hal ini bertujuan agar proses produksi lebih terarah. Dan selesai pada waktu yang telah ditentukan.


d.    Rapat Crew
Kegiatan ini merupakan bagian dari Perencanaan dari Proses sebuah Produksi Siaran Televisi,yang mana bertujuan agar seluruh crew benar-benar paham dan mengerti dengan apa yang akan dikerjakannya.oleh karna itu dilakukannya tapat crew yang bermaksud untuk memberi arahan sebelum dilakukannya shooting.




3.   PERSIAPAN

Setelah melewati tahap perencanaan,yang mana seperti yang telah dijelaskan di atas,maka tahap selanjutnya adalah Persiapan.
Pada tahap persiapan ini,semua tim harus mempersiapkan segala sesuatu yang butuhkan sebelum shooting atau proses pengambilan gambar berlangsung. Baik dari segi Peralatan,operasional dilapangan,dan lain sebagainya. Namun tak lepas dari itu semua, terdapat dua hal penting yang harus dipersiapkan,yaitu Breakdown dan Shooting Script.

a.      Breakdown
Merupakan sebuah tabel kegiatan yang mana berisi tentang jadwal kegiatan shooting berlangsung dan lengkap dengan penanggung jawab,dan properti apa saja yang dibutuhkan,serta tanggal dan jam kegiatan dilaksanakan.
Breakdown ini berfingsi sebagai panduan untuk mempermudah setiap team memahami dan mengerti akan apa saja yang harus ia kerjakan dan ia persiapkan,sehingga dengan adanya breakdown ini pekerjaan akan lebih terarah dan berjalan rapi karena sudah ada susunan kegiatan yang sudah diatur.

b.      Shooting Script
Shoting script memiliki sedikit kesamaan dengan breakdown,hanya saja pada shooting scrip hanya berisi kumpulan dari setiap shine,yang telah dikelompokkan –kelompokkan berdasarkan lokasi shootingnya.hal ini bertujuan untuk mempermudah proses pengambilan gambar sehingga tidak rumit dan berpindah pindah.
Disamping itu, di dalam shooting screapt juga berisi tentang instruksi-instuksi angel/sudut pengambilan gambar, seperti long shoot, medium shoot. closeUp, Penlife, penright dan lain lain-lain .yang tentunya sudah disesuaikan dan diselaraskan dengan alur cerita /naskah.

B.     Set Up And Rehearsel
           Tahapan ini disebut juga dengan  tahap Pengesetan ,yang mana seluruh hal-hal yang berhubungan dengan teknis  dilapangan baik dekorasi tempat, tatacahaya, tatasuara dan kamera. Seluruhnya harus melalui proses pengesetan atau diatur agar sesuai  terhadap konsep yang telah ditentukan dalam breakdown, hal ini bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya kesalahan teknis dilapangan.
            Di samping itu, dalam tahap ini juga dilakukan gelade atau latihan. Di sini seluruh artis yang akan berperan dalam naskah dilatih sesuai dengan karakter (Blocking Artis)yang tertulis dalam naskah. Blocking alat dan lain sebagainya.

C.    Production
Proses pengambilan gambar dari setiap scene yang talah dituankan ke dalam shooting screapt berdasarkan naskah yang ditulis, di sinilah ujung penentu baik tidaknya sebuah produksi  dilihat dari proses produksi tersebut. Maka  peran sutradara dan semua team sangan menunjang dalam penyelesaian suatu produksi siaran



D.    Pasca Production
Pasca Produksi merupakan sebuah tahapan akhir dari dari sebuah produksi siaran televisi, namun di dalam tahap pasca produksi ini terdapat beberapa proses lagi di antaranya :

1. Editing
Merupakan penggabungan dari beberapa scene yang telah dishooting pada saat tahap produksi,yang mana disusun dan disesuaikan dengan naskah .

2. Mixing
Merupakan rangkaian dari proses editing ,yang mana dalam tahap ini hasil editing di beri sound,atau suara baik berupa beck sound maupun narasi.

3. Revew
Memutar ulang hasil produksi,yang mana bertujuan untuk dikaji ulang kembali ,guna mengantisipasi akan terjadinya kesalahan-kesalahan pada saat tahap-tahap sebelumnya.

3. Revisi
Memperbaiki dan menyempurnakan hasil produksi yang ada,apabila terdapat perubahan-perubahan yang dihasilkan dari proses revew di atas.

4. Hasil Akhir
Merupakan proses finalisasi hasil dari sebuah produksi siaran yang mana hasil tersebut  memang sudah benar-benar layak untuk On Air atau layak siar.

5. On Air
Proses penyiaran hasil produksi siaran  melalui stasiun penyiaran.

Sumber: http://jalurmusafir.blogspot.com/2011/12/proses-produksi-siaran-televisi.html

kesimpulannya : 
Bagaimana proses produksinya??

ada 3 tahapan produksi:
1. Pra produksi
meliputi Perencanaan, Brainstorming, Pembuatan script & rundown, hunting lokasi, pengurusan izin, pembuatan jadwal produksi.
oleh Produser, Creative Staff, Director, Production Assistant (PA)

2. Produksi
yaitu pengambilan gambar (shooting)
oleh Creative Staff, Director, Production Assistant & Production support crew

3. Pasca Produksi
meliputi proses editing, audio mixing, audio compositing.
fungsi dari tahap ini adalah menyunting gambar hasil shooting sebuah program acara (master shooting), perlu dilakukan agar sebuah paket program layak dinikmati oleh pemirsa, baik dari segi konten maupun dari segi keindahan seni.
oleh video editor, sesuai permintaan/supervisi dari PA